Bengkulu Hits– Polemik bau menyengat yang diduga berasal dari limbah Pabrik Kelapa Sawit PT. Berkat Bumi Sawit (BBS) terus memicu keresahan warga. Karang Taruna SARASA Dusun Satu, Desa Sidomukti, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, secara tegas meminta pihak perusahaan turun langsung ke lapangan dan bertemu dengan masyarakat untuk memberikan klarifikasi.

Ketua Karang Taruna SARASA, Rido Purnando, menyampaikan bahwa desakan ini muncul sebagai respons atas keluhan yang terus berdatangan dari warga terkait bau tak sedap yang kian menyelimuti lingkungan sekitar. Bahkan, perbincangan hangat sudah meluas di media sosial dan menjalar hingga ke desa-desa penyangga.

“Bau limbah ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi sudah mencemari udara yang kami hirup setiap hari. Kami minta PT BBS segera hadir dan menjelaskan kepada masyarakat. Jangan hanya diam,” ujar Rido tegas pada Jumat (09/05/2025).

Lebih lanjut, Rido menyebutkan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Karang Taruna SARASA akan segera melayangkan surat resmi kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkulu Utara untuk meminta dilakukan uji laboratorium terhadap limbah tersebut. Langkah ini diambil sebagai bentuk konkret kepedulian terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Kami ingin tahu secara ilmiah, apakah limbah ini aman atau berbahaya. Kalau memang terbukti mencemari, kami minta tindakan tegas dari pemerintah. Jangan tunggu masyarakat semakin dirugikan,” tambah Rido.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT BBS belum memberikan tanggapan resmi atas desakan masyarakat dan belum tampak ada upaya sosialisasi atau klarifikasi langsung di lapangan.

Masyarakat Desa Sidomukti kini menanti itikad baik dari PT BBS untuk menyelesaikan persoalan ini secara terbuka dan bertanggung jawab. (SM)