“Sebagai kepala daerah, orangtua dan senior dari adik-adik mahasiswa, saya berharap OKP yang berselisih dapat guyub sebagai teman-teman organisasi dan saya harap koordinator dapat turun untuk meredam gejolak yang terjadi,” harapnya.
Di samping itu, Gubernur Rohidin juga mengingatkan dalam situasi seperti ini jangan mau ‘dikompori’ para senior yang tidak membawa keadaan kondusif, karena rasa amarah dan dendam yang timbul akan merusak kedamaian yang telah dibangun selama ini.
“Mengikuti emosi marah dan dendam tidak pernah menguntungkan. Justru orang yang bisa meredam saat emosi dan tidak mewujudkan rasa balas dendam, itu adalah pendekar yang memiliki seluruh jurus persilatan,” demikian pungkas Gubenur Rohidin.
Ketua Umum HMI Cabang Bengkulu Maulana Taslam mengatakan, menyikapi terkait adanya gejolak yang terjadi antar OKP, dirinya menyambut baik saran dan masukan dari Gubernur Rohidin untuk melakukan perdamaian dengan jalan kebersamaan.
“Apa yang disampaikan pak gubernur dan para senior lainnya, bisa kita jadikan masukan-masukan untuk HMI secara kelembagaan dan harapannya, ketertiban dan ketentraman itu memang ada,” ujarnya.
Sejalan dengan hal itu, Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bengkulu, Lubis mengatakan, pada dasarnya dirinya dengan Ketua Umum HMI tidak ada masalah dan selama ini mereka berdua berteman.
Namun terjadinya polemik di lapangan diakibatkan adanya miskomunikasi para kader OKP. Atas kejadian tersebut, dirinya berharap polemik yang terjadi tidak ‘dikompori’ dan jangan dibesar-besarkan.





