Bengkulu Hits – Menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, S.IK., M.Si bersama Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos., M.AP melakukan peninjauan langsung ke wilayah perbatasan Bengkulu dan Lampung. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Jembatan Manula, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, Kamis (5/3/2026) kemaren.
Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan jalur transportasi yang akan dilalui masyarakat saat mudik Lebaran. Rombongan juga meninjau kondisi infrastruktur jalan hingga ke titik perbatasan provinsi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Kaur, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta pejabat utama Polres Kaur.
Dalam peninjauan itu, Kapolda Bengkulu memeriksa sejumlah titik yang dinilai berpotensi rawan kecelakaan lalu lintas maupun longsor.
Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu kelancaran perjalanan masyarakat selama musim mudik.
Selain memeriksa jalur lintas, rombongan juga meninjau Jembatan Manula yang merupakan akses penting penghubung antara Provinsi Bengkulu dan Lampung. Keberadaan jembatan ini menjadi salah satu titik strategis yang perlu dipastikan keamanannya menjelang meningkatnya mobilitas kendaraan.
Kapolda Bengkulu juga menyempatkan diri melakukan pengecekan di Markas Komando (Mako) Polres Kaur serta Polsek Nasal. Pemeriksaan meliputi fasilitas pelayanan masyarakat, kesiapan sarana dan prasarana operasional, kondisi lingkungan markas, hingga kesiapan personel yang akan bertugas dalam pengamanan Lebaran.
Pengecekan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan Operasi Ketupat Nala 2026, yakni operasi pengamanan yang digelar secara nasional untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Idul Fitri. Operasi ini melibatkan kerja sama antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait.
Dalam arahannya, Kapolda Bengkulu mengingatkan seluruh jajaran agar meningkatkan kesiapsiagaan serta memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Menurutnya, profesionalisme dan pendekatan yang humanis sangat diperlukan agar masyarakat yang melakukan perjalanan mudik merasa aman dan nyaman.
“Seluruh personel harus memahami tugasnya dengan baik. Laksanakan pelayanan kepada masyarakat dengan sikap humanis, responsif, dan profesional, sehingga Operasi Ketupat Nala 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif,” tegasnya. (RD/Adv)





