Bengkulu Utara

Program 1.500 Sambungan Air “Gratis” di Bengkulu Utara Jadi Sorotan, Warga Pertanyakan Makna Gratis

×

Program 1.500 Sambungan Air “Gratis” di Bengkulu Utara Jadi Sorotan, Warga Pertanyakan Makna Gratis

Sebarkan artikel ini
Gambar/Foto ilustrasi

Bengkulu Hits – Program pemasangan 1.500 sambungan jaringan air bersih gratis di Kabupaten Bengkulu Utara mulai menjadi sorotan masyarakat.

BACA JUGA:  Akibat Korupsi Dana Desa, Kepala Desa Di Bengkulu Utara Jadi Tersangka

Sejak awal diperkenalkan kepada masyarakat, program ini selalu menonjolkan satu kata utama: “GRATIS.” Program tersebut digambarkan sebagai bantuan pemerintah agar warga bisa mendapatkan sambungan air bersih tanpa harus mengeluarkan biaya.

Program ini berupa penambahan jaringan perpipaan untuk menyambungkan air bersih ke 1.500 rumah warga. Namun tidak semua wilayah Bengkulu Utara mendapatkannya. Hanya tiga kecamatan yang masuk dalam jangkauan program, yakni Kecamatan Arga Makmur, Kecamatan Arma Jaya, dan Kecamatan Air Besi.

Direktur Perumda Tirta Ratu Samban, Ujang Zakaria, SH, sebelumnya menegaskan bahwa program tersebut memang diberikan secara gratis kepada masyarakat.

BACA JUGA:  Ketua DPRD Bengkulu Utara Hadiri Panen Jagung Massal, Dukung Program SADESAHE

“Kami tegaskan dalam kegiatan ini tidak dipungut biaya apapun hingga jaringan terpasang dan air mengalir ke rumah warga atau pelanggan baru PDAM,” ujar Ujang sebelum program berjalan pada Januari 2025.

Namun setelah pemasangan dilakukan di sejumlah titik, warga mulai mempertanyakan realisasi program tersebut. Sebab hingga kini, beberapa sambungan yang telah dipasang belum dialiri air.

BACA JUGA:  Komisi I DPRD Bengkulu Utara Gelar RDP Bahas Proyek Mangkrak dan Dugaan Pemotongan Anggaran

Salah seorang warga mengaku awalnya sangat berharap dengan adanya program tersebut karena dijanjikan sambungan air gratis.

“Kami dengar dari awal katanya program ini gratis. Makanya warga senang. Tapi setelah dipasang, sampai sekarang airnya belum juga hidup,” keluh seorang warga.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka mengaku bingung dengan istilah gratis yang sejak awal disampaikan dalam program tersebut.

“Kalau memang gratis, ya kami berharap setelah dipasang airnya bisa langsung dipakai. Tapi sekarang masih menunggu juga,” ujar warga lainnya.

BACA JUGA:  Stok Beras Bulog Bengkulu Utara di Pastikan Aman Hingga 6 Bulan Kedepan

Kondisi ini membuat sebagian masyarakat mulai mempertanyakan makna “GRATIS” yang menjadi narasi utama dalam program tersebut. Bagi warga, program air bersih bukan sekadar pemasangan jaringan pipa, tetapi kepastian air yang benar-benar mengalir ke rumah mereka. (NR)

Tinggalkan Balasan