BeritaLebong

Pemuda Muhammadiyah Lebong Tolak Instruksi Dukungan Politik Ketua Muhammadiyah Bengkulu

×

Pemuda Muhammadiyah Lebong Tolak Instruksi Dukungan Politik Ketua Muhammadiyah Bengkulu

Sebarkan artikel ini
Ketua PDPM Lebong, Uky Ferdiansyah

Bengkulu Hits – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Lebong secara tegas menolak instruksi dari Ketua Muhammadiyah Bengkulu, Fazrul Hamidy, yang meminta dukungan terhadap Rohidin Mersyah dalam Pilkada 2024.

Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Ketua PDPM Lebong, Uky Ferdiansyah, sebagai bentuk penolakan terhadap tindakan yang dinilai tidak sesuai dengan prinsip organisasi.

BACA JUGA:  Diduga Dibakar OTD Kantor Desa Sebelat Ulu Kabupaten Lebong Ludes Dilalap Sijago Merah

Dalam keterangannya, Uky menegaskan bahwa Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang tidak terlibat dalam politik praktis.

“Organisasi kami bukan partai politik. Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang bergerak di bidang dakwah, pendidikan, dan sosial,” ujar Uky.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Muhammadiyah secara kelembagaan tidak pernah memberikan dukungan kepada calon kepala daerah atau pihak tertentu dalam konteks politik praktis.

BACA JUGA:  Pengelolaan TPR Desa Air Sebayur Disorot, Dana Retribusi Tidak Masuk ke PADes

Selain menolak instruksi tersebut, Uky juga menyatakan dukungannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya mengusut kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Bengkulu nonaktif.

Ia berharap kasus ini dapat diusut secara transparan demi menjaga integritas pemerintahan di Bengkulu.

Penolakan ini juga didasarkan pada keberadaan surat resmi yang menggunakan kop Muhammadiyah, yang ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Muhammadiyah Bengkulu.

BACA JUGA:  Progres Pembangunan Jalan Dana Inpres Di Bengkulu Utara Mencapai 60 Persen, Target Selesai 30 Desember 2023

Surat bertanggal 25 November 2024 itu diketahui telah tersebar di sejumlah grup WhatsApp di Kabupaten Lebong, berisi instruksi dukungan terhadap salah satu kandidat Pilkada.

Menurut Uky, tindakan tersebut tidak hanya melanggar prinsip independensi Muhammadiyah, tetapi juga dapat mencoreng nama baik organisasi.

“Muhammadiyah adalah organisasi yang berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan, bukan alat politik,” tegasnya.

BACA JUGA:  Kapolsek Lebong Tengah Pimpin Pengamanan Sholat Tarawih di Masjid Al Aamiin

Sebagai bagian dari Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah Lebong berkomitmen untuk tetap menjaga independensi organisasi dari pengaruh politik praktis.

Uky menyerukan kepada seluruh anggota dan simpatisan Muhammadiyah di Bengkulu untuk tetap berpegang pada prinsip dan nilai dasar Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang mandiri.

BACA JUGA:  Korupsi Dana Desa Rp 611 Juta, Kejari Kaur Resmi Tahan Kades dan Kaur Keuangan Desa Gunung Kaya

Dengan pernyataan ini, PDPM Lebong berharap semua pihak dapat menghormati prinsip-prinsip Muhammadiyah dan tidak memanfaatkan nama besar organisasi untuk kepentingan politik. Demikian Uky Ferdiansyah. (RD)

Tinggalkan Balasan