Bengkulu UtaraPolitik

Musabaqah Tilawatil Quran ke-36 Bengkulu Utara Disinyalir Dijadikan Ajang Kampanye Ir H Mian

×

Musabaqah Tilawatil Quran ke-36 Bengkulu Utara Disinyalir Dijadikan Ajang Kampanye Ir H Mian

Sebarkan artikel ini
Baliho MTQ ke-36 Kabupaten Bengkulu Utara Tanpa Menampilkan Wakil Bupati, Lokasi Baliho Di Kawasan Taman Karang Nio / Depan Kantor Pengadilan Negeri Tubei Lebong

Bengkulu Hits – Kabupaten Bengkulu Utara saat ini menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi ke-36. Namun, persiapan kegiatan tersebut diwarnai kontroversi terkait tampilan baliho yang menonjolkan Bupati Bengkulu Utara tanpa menyertakan Wakil Bupati Bengkulu Utara.

Di Kabupaten Bengkulu Utara, baliho MTQ dengan jelas menampilkan gambar Bupati dan Wakil Bupati.

Namun, berbeda dengan yang terlihat di Kabupaten Lebong. Di sana, baliho hanya menampilkan Bupati Bengkulu Utara saja tanpa menyertakan wakilnya.

Seorang warga Lebong yang merasa aneh dengan situasi ini bahkan mengambil foto baliho tersebut.

BACA JUGA:  Polsek Ketahun Berhasil Meringkus Pelaku Pencabulan yang Merupakan Kekasihnya Sendiri

Ia merasa bahwa baliho tersebut lebih mirip baliho kampanye, yang biasanya menonjolkan satu sosok saja.

“Apakah pantas jika baliho MTQ hanya menampilkan Bupati tanpa menampilkan Wakil Bupati? Saya heran, makanya saya bertanya sekaligus memotret baliho itu,” ujar seorang warga Lebong kepada media ini dan meminta namanya tidak dipublikasikan.

Baliho MTQ Hanya Menampilkan Bupati Tanpa Menampilkan Wakil Bupati, Lokasi Baliho Di Bawah Simpang Danau Picung Kabupaten Lebong

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sendiri adalah kompetisi yang berfokus pada seni membaca Al-Quran.

Tujuan dari kompetisi ini adalah untuk mempromosikan dan melestarikan tradisi tilawah (pembacaan) Al-Quran, serta mendorong umat Muslim, terutama generasi muda, untuk mendalami dan memahami kitab suci Islam.

BACA JUGA:  Pelantikan 47 Aparatur Sipil Negara sebagai Pjs Kepala Desa di Kabupaten Lebong Dinilai Cacat Prosedur dan Hukum

Penting untuk dicatat bahwa MTQ adalah ajang keagamaan yang seharusnya bebas dari unsur-unsur politik.

Memanfaatkan kegiatan MTQ untuk kepentingan pribadi atau kampanye politik sangat tidak etis dan merusak semangat serta tujuan dari acara itu sendiri.

Dengan adanya kontroversi ini, semoga pihak terkait dapat mengambil langkah yang tepat untuk memastikan bahwa kegiatan MTQ tetap fokus pada tujuan utamanya yaitu mempromosikan seni tilawah Al-Quran dan tidak disalahgunakan untuk tujuan lain.

BACA JUGA:  Tiga Bulan Dijabat PJ Bupati Konflik Agricinal Nyaris Rampung, Kepemimpinan Ir. H. Mian Tuai Pertanyaan

Transparansi dan kejujuran dalam setiap penyelenggaraan acara keagamaan sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat. (NR)

Tinggalkan Balasan