Bengkulu Hits – Suasana panik melanda Desa Datar Ruyung, Kecamatan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, ketika kobaran api melahap lima rumah warga, Kamis (13/8/2025) sekitar pukul 14:00 Wib. Warga bersama aparat gabungan dari Damkar, Satpol PP, BPBD, TNI, dan Polri bahu-membahu memadamkan api yang diduga dipicu korsleting listrik.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP dan Damkar Bengkulu Utara, Aan Alamsyah, membenarkan peristiwa tersebut. “Benar, kebakaran terjadi di Desa Datar Ruyung siang tadi. Tim langsung bergerak begitu menerima laporan,” ujarnya.

Laporan kebakaran pertama kali diterima dari Hardi (23), warga setempat, melalui layanan Halo Damkar. Hanya dalam waktu tiga menit, regu piket Damkar yang berada di Pos Arga Makmur tiba di lokasi, mengingat jarak pos dengan titik kejadian hanya sekitar 2 kilometer.

Kebakaran ini menghanguskan lima rumah warga dengan tingkat kerusakan berbeda-beda. Korban yang rumahnya terdampak antara lain:

1. Edi Wahyuni (70) – perabotan rumah terbakar 100 persen.

2. Lince Arloska (35) – perabotan rumah terbakar 50 persen.

3. Asmawati (48) – kehilangan 1 unit sepeda motor, surat berharga, dan harta lainnya, dengan kerusakan 80 persen.

4. Linda – kerusakan rumah 5 persen.

5. Herman – kerusakan rumah 10 persen.

Sebanyak delapan personel Damkar diterjunkan, dibantu aparat Satpol PP, TNI, Polri, BPBD, dan warga sekitar. Operasi pemadaman melibatkan empat armada, yakni dua unit mobil operasional damkar, satu unit tangki suplai BPBD, dan satu unit water cannon milik Polres Arga Makmur.

Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting arus listrik. “Syukur tidak ada korban jiwa, namun beberapa rumah mengalami kerusakan parah, bahkan dua di antaranya ludes terbakar,” kata Aan.

Kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. “Estimasi kerugian total mencapai ratusan juta,” pungkasnya.

Usai proses pemadaman, warga bersama aparat bergotong royong membersihkan sisa puing. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan waspada terhadap potensi kebakaran di musim kemarau ini. (NR)