Bengkulu Utara

Penghinaan Terhadap Leluhur: Masyarakat Desak Senior Manager PT Agricinal Segera Angkat Kaki dari Bumi Pekal

×

Penghinaan Terhadap Leluhur: Masyarakat Desak Senior Manager PT Agricinal Segera Angkat Kaki dari Bumi Pekal

Sebarkan artikel ini
Ketua Forum Masyarakat Bumi Pekal

Bengkulu Hits – Ini adalah hari kedua warga menggelar aksi damai, dengan satu tuntutan yang tidak bisa ditawar: Budi Satria harus keluar dari wilayah mereka, kamis (7/11/2024)

Tuntutan ini turut menjadi pemicu utama kekecewaan yang meluap dari Forum Masyarakat Bumi Pekal, yang kemudian menggelar aksi damai dengan menutup akses jalan perusahaan di Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.

BACA JUGA:  Sekretariat Bersama SEKBER BU, Serahkan Bingkisan Parcel Jelang Idul Fitri 1445 H

Sosri, Ketua Forum Masyarakat Bumi Pekal, menyampaikan pernyataan penuh emosi atas nama warga suku Pekal yang telah dihina oleh Budi Satria.

“Atas nama seluruh warga Suku Pekal, kami mendesak agar Budi Satria, Senior Manager PT Agricinal, segera angkat kaki dari Bumi Pekal. Tindakannya telah menghina leluhur kami yang dimuliakan di tanah ini. Keberadaannya di sini tidak dapat diterima. Kami meminta dia untuk keluar sekarang juga.” tegas Sosri

Ia juga menambahkan bahwa pernyataan ini tidak hanya mencerminkan kekecewaan, tetapi juga kemarahan masyarakat terhadap tindakan yang dianggap melecehkan nilai-nilai budaya dan harga diri mereka.

BACA JUGA:  Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu serta Tujuh Bupati Terpilih Dijadwalkan 6 Februari 2025

“Ini bukan sekadar persoalan pekerjaan atau jabatan, ini menyangkut harga diri kami sebagai masyarakat Bumi Pekal,” tambah Sosri.

Aksi damai yang dilakukan Forum Masyarakat Bumi Pekal ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat tidak akan tinggal diam atas tindakan yang mereka anggap merendahkan kehormatan leluhur dan martabat mereka.

Dengan tekad yang bulat, mereka menegaskan bahwa tuntutan ini akan terus disuarakan hingga ada tindakan tegas dari pihak perusahaan. Masyarakat Bumi Pekal berharap suara mereka didengar, dan keharmonisan yang selama ini dijaga dapat segera dipulihkan. (NR)

Tinggalkan Balasan