Bengkulu Hits – Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Utara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas pendidikan daerah melalui peningkatan sarana prasarana, penguatan layanan belajar, dan pendampingan berkelanjutan kepada satuan pendidikan. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Bengkulu Utara, Kusno, dalam pernyataannya.

Kusno menuturkan, peningkatan infrastruktur pendidikan menjadi salah satu fokus utama Dispendik mengingat masih banyak sekolah—baik PAUD, SD, maupun SMP—yang membutuhkan perbaikan ruang kelas, fasilitas penunjang belajar, serta sarana teknologi informasi.

“Komitmen kami jelas: meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan agar proses belajar mengajar berjalan lebih layak, aman, dan nyaman. Ini penting untuk memastikan kualitas pendidikan kita terus naik,” ujar Kusno.

Menurutnya, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk mengoptimalkan bantuan dari pusat seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) dan program revitalisasi sekolah, serta memperkuat pendampingan terhadap sekolah penerima anggaran agar pengelolaan berjalan transparan dan tepat sasaran.

Selain fokus pembangunan fisik, Dispendik juga menekankan peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui pelatihan, penguatan kompetensi digital, dan pendampingan kurikulum.

“Peningkatan kualitas pendidikan bukan hanya soal bangunan. Guru harus terus mendapat penguatan kompetensi, terutama dalam adaptasi kurikulum dan teknologi. Ini akan menjadi prioritas kami,” jelasnya.

Kusno menambahkan bahwa sinergi antara sekolah, komite, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan pendidikan di Bengkulu Utara. Ia memastikan pihaknya tetap membuka ruang kolaborasi serta pengawasan bersama demi menjaga akuntabilitas program.

“Kami ingin semua proses berjalan terbuka. Masyarakat, komite, dan lembaga pengawas berperan penting untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan program pendidikan memberikan manfaat nyata,” tegasnya.

Dispendik Bengkulu Utara menargetkan peningkatan indeks mutu pendidikan dalam beberapa tahun ke depan, seiring dengan perbaikan sarana fisik, peningkatan kompetensi guru, serta penguatan layanan di sekolah-sekolah wilayah terpencil. (Adv)