Bengkulu Hits – Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Utara menggelar kegiatan sosialisasi Kurikulum jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF) Tahun Ajaran 2025/2026. Acara tersebut berlangsung pada Selasa, 19 Agustus 2025, bertempat di Gedung Serba Guna SD Model, Kota Arga Makmur.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh lembaga satuan pendidikan PAUD dan PNF se-Kabupaten Bengkulu Utara. Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman teknis mengenai Instrumen Validasi serta penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran.
Acara dibuka langsung oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Bengkulu Utara, Kusno M.Pd., didampingi Kabid PAUD, Yenti Fisniarsih, S.Sos., MM. Dalam sambutannya, Kusno menegaskan bahwa penyusunan kurikulum satuan pendidikan tidak hanya mengandalkan file atau dokumen yang tersedia. Satuan pendidikan harus memahami regulasi dan alur penyusunan kurikulum agar dapat menyusun dokumen kurikulum sesuai aturan, tata naskah, dan format yang telah ditetapkan.
“Sosialisasi ini penting untuk memastikan seluruh guru dan tenaga pendidik memahami perubahan kurikulum yang berlaku. Dengan begitu, implementasinya dapat berjalan efektif dan memberikan pembelajaran bermakna bagi peserta didik,” ujar Kusno.
Ia berharap melalui kegiatan ini, implementasi kurikulum PAUD dan PNF dapat berjalan lebih optimal serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Bengkulu Utara.
Pada sesi pemaparan materi, narasumber dari Pengurus PGRI Provinsi Bengkulu, Wisna S.Pd., menjelaskan bahwa lembar validasi merupakan data awal dalam alur penyusunan kurikulum. Struktur dan langkah yang diambil harus berlandaskan referensi yang jelas dan tepat.
Wisna juga menekankan pentingnya model pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik, sesuai kebutuhan, serta mencakup pemetaan potensi anak. Ia menyoroti konsep deep learning atau pembelajaran mendalam yang harus menjadi perhatian para pendidik.
Selain itu, satuan pendidikan diharapkan mampu mendidik dengan jiwa mulia, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, berkesan, dan menggembirakan. Pendekatan yang digunakan harus holistik, mencakup olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olahraga secara terpadu, sehingga terwujud pendidikan bermutu bagi seluruh anak usia dini.
Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan lembaga pendidikan di Bengkulu Utara dalam melaksanakan kurikulum baru secara tepat dan profesional. (Adv)




