Bengkulu Hits – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Kabupaten Bengkulu Utara berlangsung sukses dan meriah. Serangkaian lomba digelar oleh jajaran pengurus PGRI Kabupaten bekerja sama dengan PC PGRI Kecamatan Pinang Raya dan Kecamatan Ketahun sebagai bentuk apresiasi terhadap para pendidik.
Puncak kegiatan dilaksanakan pada Kamis (20/11/2025) di Lapangan Desa Bumi Harjo, Kecamatan Pinang Raya. Upacara peringatan HGN dan HUT PGRI ke-80 dipimpin oleh Asisten Pemkab Bengkulu Utara yang mewakili Bupati Bengkulu Utara, dan berlangsung khidmat serta tertib.
Dari pantauan Bengkulu Hits, hadir dalam upacara tersebut Ketua PGRI Provinsi Bengkulu, Ketua PGRI Kabupaten beserta jajaran pengurus, serta ratusan guru dari berbagai satuan pendidikan. Usai upacara, acara dilanjutkan dengan penampilan seni dari Sanggar Seni SMPN 57 Bengkulu Utara dan SDN 205 Bengkulu Utara yang memukau para peserta dan undangan.
Asisten Pemkab Bengkulu Utara, Beri, dalam keterangannya menyampaikan permohonan maaf Bupati Bengkulu Utara yang tidak dapat hadir karena agenda penting di Jakarta. Meski demikian, pihaknya tetap memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh guru di Bengkulu Utara.
“Pemkab Bengkulu Utara mengucapkan selamat HGN dan HUT PGRI ke-80. Kami berkomitmen terus berkolaborasi dalam memajukan mutu pendidikan serta meningkatkan kesejahteraan guru demi terwujudnya Indonesia Emas 2040,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Bengkulu Utara sekaligus Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kusno M.Pd., berharap momentum HGN dan HUT PGRI ke-80 menjadi dorongan bagi para guru untuk semakin meningkatkan pengabdian terhadap dunia pendidikan. Ia juga menyoroti pentingnya kejelasan status kepegawaian guru honorer.
“Harapan kita, pengabdian guru terus meningkat terutama di Bengkulu Utara. Tahun ini kita juga mengusulkan pengangkatan PKKK paruh waktu bagi honorer. Semoga usulan tersebut dapat terealisasi sehingga kesejahteraan dan status kepegawaian guru semakin jelas,” ujar Kusno.
Acara ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang PGRI yang telah berkontribusi besar bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. (Adv)




