Edi, salah satu perangkat desa setempat, mengakui bahwa hampir semua barang dagangan sembako tidak dapat diselamatkan akibat kebakaran yang begitu cepat menyebar.
Yuda, pemilik toko, merupakan seorang pedagang sembako yang telah berjualan di sana selama lebih dari 1 tahun, kata Edi.
Saat ini, penyebab pasti dari kebakaran tersebut masih belum diketahui, meskipun ada dugaan kuat bahwa korsleting listrik yang mengakibatkan arus pendek bisa menjadi penyebabnya.
Setelah upaya pemadaman yang gigih, akhirnya api berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran yang terdiri dari water cannon milik Polres Kaur Polda Bengkulu dan tim Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat, yang bekerja keras selama lebih dari 3 jam untuk mengatasi bencana ini.
“Ya, kebakaran kembali terjadi. Kali ini, toko grosir manisan di Desa Kepala Pasar menjadi korban. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” ujar Kapolres Kaur, AKBP Eko Budiman melalui Kasie Humas, AKP Jhoni Silaen.
Saat ini pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran yang menghanguskan toko grosir tersebut (Gbr)





