Dalam hal ini, pihak DLH memberikan imbauan kepada masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mengonsumsi air dari telaga tersebut hingga hasil uji lab resmi keluar.
“Sambil menunggu uji lab, diimbau untuk warga jangan mengonsumsi air telaga biru,” kata Sonny Witoko.
Perubahan warna air di Telaga Biru ini telah berlangsung sekitar seminggu sebelum DLH melakukan pengambilan sampel air.
Menurut Sonny Witoko, kondisi air di sekitar telaga itu normal, dan perubahan warna biru hanya terjadi di telaga tersebut.
Hal ini semakin menambah misteri fenomena alam yang belum dapat dijelaskan dengan pasti.
Hingga saat ini, masyarakat setempat dan pihak berwenang harus menunggu hasil laboratorium untuk mengidentifikasi penyebab perubahan warna air di Telaga Biru.
Fenomena ini tetap menjadi perdebatan dan pertanyaan yang belum terjawab, dan para peneliti berusaha keras untuk mengungkap misteri di baliknya.
Semoga hasil uji lab nantinya akan membawa kita lebih dekat ke jawaban yang tepat tentang apa yang sebenarnya terjadi di Telaga Biru, Bengkulu Tengah.





